Bukit Pasir Desa Busung, Pulau Bintan

Paket wisata batam – Gurun adalah padang yang sangat luas dan tandus, salah satu gurun yang yang terkenal sangat luas adalah Gurun sahara di afrika, merupakan salah satu gurun terluas di dunia.

Gurun terjadi karena terdapatnya proses pelapukan bebatuan di daerah khusus di menyebabkan perubahan suhu yang sangat drastis.

Suhu panas menyengat di siang hari menyebabkan suhu bebatuan meningkat supaya menyusut dan pecah kala suhu. Tiba-tiba turun menjadi sangat rendah pada malam hari. Dan perihal ini terjadi didalam sementara yang panjang, jutaan hingga ribuan tahun. Daerah gurun juga sama juga dengan curah hujan yang sangat sedikit yaitu di bawah 250mm per tahun.

Lantas, bagaimana dengan daerah yang dinamai Gurun pasir atau bukit pasir di Desa busung pulau bintan itu? apakah juga menekuni proses ratusan tahun, sama layaknya gurun sahara itu. Tentu saja tidak, Gurun pasir atau bukit pasir Desa busung Bintan. Bukanlah terbentuk secara alamiah layaknya gurun sahara di afrika sana. Melainkan lahan bekas aktifitas penambangan pasir.

Karena daerah pertambangan pasir yang berbukit bukit dan sangat luas. Supaya muncul menyerupai bukit pasir atau gurun pasir. Oleh karena itu beberapa orang menamainya bukit pasir atau gurun pasir Busung.

Desa busung dan beberapa daerah lainnya di pulau bintan merupakan daerah eksplorasi pasir dahulu nya. Tetapi sementara ini aktivitas tambang telah di hentikan sesuai larangan oleh pemerintah daerah. Karena dinilai menggangu tata ruang dan lingkungan.

Pasir hasil tambang berasal dari pulau bintan digunakan untuk kebutuhan daerah sendiri dan ekspor. Konon salah satu target ekspor pasir ialah untuk mencukupi kebutuhan pasir untuk proyek reklamasi singapura.

proyek yang di gagas untuk menjawab persoalan keterbatasan lahan yang tak sepadan dengan kuantitas perkembangan penduduk di negara itu.

Bukit Pasir Desa Busung, Pulau Bintan

sebagain orang cuma berasumsi hamparan pasir yang terdapat di jalur lintas Tanjunguban -Tanjungpinang itu sebagai pemandangan yang biasa saja, cuma sebuah daerah bekas tambang. Pulau Beralas Pasir, “Mutiara” Pulau Bintan

Akan tetapi, sebagaian orang lainnya melihat berasal dari sudut pandang yang berbeda, melihat dengan sudut pandang artistik, dan sesudah itu merekam pemandangan unik itu didalam wujud foto yang di komposisikan sedemikian rupa supaya menghasilkan foto pemandangan layaknya gurun yang fotogenik.

Apalagi kala di potret dengan komposisi dan pencahayaan yang baik, layaknya kala bukit bukit pasir selanjutnya disinari matahari dengan arah cahaya yang tengah condong, supaya menghasilkan foto yang ciamik.

Foto foto bukit pasir bekas tambang hasil bidikan para pemilik sudut pandang artistik itu kian banyak beredar di tempat sosial, mejalar di dunia maya dengan cepat, hingga viral, menyebabkan orang penasaran mengidamkan melihat bukit pasir, hingga tiap akhir pekan Orang orang yang entah berasal dari mana berkunjung nya, berdatangan mendatangi bukit pasir itu, biarpun sekedar untuk selfie dan memotret.

Sebegitu luar biasanya pengaruh tempat sosial, hingga sanggup mempengaruhi bekas tambang yang biasa sepi itu , kini mendadak terkenal dan ramai oleh pelancong tiap akhir pekan nya.

Tidak susah menemukan Bukit pasir tesebut, terdapat di pinggir jalur lintas tanjunguban-tanjungpinang tepatnya di desa busung, terkecuali berkendara berasal dari tanjung uban, cuma memakan sementara 15 menit saja.

Sementara terbaik dalah sore hari, karena terkecuali berkunjung sementara siang hari, dapat mulai sangat panas sekali, tidak ada daerah berteduh dan tidak ada yang menjual makanan, minuman di sekitar sini, karena sebenarnya belum di persiapkan untuk daerah wisata, dan juga tidak dikenakan biaya masuk , kendaraan lumayan di parkir di pinggir jalur saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us